Panduan Lengkap Bikin Surat Lamaran Jobstreet: Contoh & Tips Jitu!
Jobstreet adalah salah satu platform pencari kerja online terbesar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jutaan pencari kerja dan perusahaan bertemu di platform ini setiap harinya. Di tengah persaingan yang ketat, bagaimana caranya agar lamaran kerja kamu dilirik oleh HRD? Salah satu kuncinya adalah dengan surat lamaran kerja (cover letter) yang efektif.
Mengapa Surat Lamaran Penting di Jobstreet?¶
Mungkin kamu bertanya-tanya, di era digital seperti sekarang, apakah surat lamaran masih relevan? Jawabannya, sangat relevan! Meskipun Jobstreet menyediakan fitur “Easy Apply” yang memudahkan pelamar mengirimkan CV, surat lamaran tetap menjadi senjata ampuh untuk membedakan dirimu dari kandidat lain.
Image just for illustration
Bayangkan, HRD menerima ratusan bahkan ribuan lamaran untuk satu posisi. CV saja mungkin tidak cukup untuk membuatmu menonjol. Surat lamaran memberikan kesempatan emas untuk:
- Personalisasi Lamaran: Menunjukkan bahwa kamu tidak hanya mengirimkan lamaran “template” ke semua perusahaan. Kamu bisa menyebutkan nama perusahaan, posisi yang dilamar, dan menunjukkan pemahamanmu tentang perusahaan tersebut.
- Menyampaikan Motivasi dan Antusiasme: CV hanya berisi fakta dan data diri. Surat lamaran memungkinkanmu untuk mengungkapkan mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut dan perusahaan secara lebih mendalam.
- Menjelaskan “Gap” dalam CV: Jika ada jeda dalam riwayat pekerjaanmu, atau pengalaman yang kurang relevan secara langsung, surat lamaran adalah tempat yang tepat untuk memberikan konteks dan menjelaskan bagaimana skill dan pengalamanmu tetap relevan.
- Menonjolkan Soft Skills: Selain hard skills yang tertera di CV, surat lamaran bisa menjadi wadah untuk menonjolkan soft skills seperti kemampuan komunikasi, problem-solving, kerja tim, dan inisiatif.
- Menarik Perhatian HRD: Surat lamaran yang ditulis dengan baik dan relevan akan membuat HRD tertarik untuk membaca CV kamu lebih lanjut. Ini adalah langkah awal untuk mendapatkan panggilan interview.
Fakta Menarik: Menurut survei dari Jobvite, 49% perekrut menganggap surat lamaran penting dalam proses screening kandidat. Ini menunjukkan bahwa surat lamaran bukanlah formalitas belaka, melainkan komponen penting dalam aplikasi kerja.
Komponen Utama Surat Lamaran Kerja Jobstreet yang Menarik Perhatian¶
Surat lamaran kerja di Jobstreet, atau platform lainnya, sebaiknya mengikuti struktur yang jelas dan profesional. Berikut adalah komponen utama yang perlu kamu perhatikan:
1. Salam Pembuka yang Profesional¶
Mulailah dengan salam pembuka yang formal dan sopan. Contohnya:
- Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD/Manajer Hiring, jika diketahui],
- Yth. Tim Rekrutmen [Nama Perusahaan],
- Kepada Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan],
Jika kamu tidak mengetahui nama HRD atau tim rekrutmen, gunakan salam pembuka umum seperti “Yth. Bapak/Ibu Personalia [Nama Perusahaan]”. Hindari salam pembuka yang terlalu informal seperti “Hai Tim [Nama Perusahaan]” atau “Halo Bapak/Ibu”.
2. Paragraf Pembuka yang Kuat¶
Paragraf pembuka adalah kesan pertama surat lamaranmu. Buatlah paragraf ini singkat, padat, dan menarik perhatian. Sebutkan:
- Posisi yang Dilamar: Sebutkan dengan jelas posisi yang kamu lamar dan dari mana kamu mengetahui informasi lowongan tersebut (misalnya, dari Jobstreet).
- Ringkasan Singkat Kualifikasi: Berikan highlight singkat mengenai kualifikasi dan pengalamanmu yang paling relevan dengan posisi tersebut. Ini bisa berupa tahun pengalaman, skill utama, atau pencapaian terbaik.
- Tujuan Melamar: Sampaikan secara singkat tujuanmu melamar pekerjaan tersebut dan ketertarikanmu pada perusahaan.
Contoh Paragraf Pembuka:
Dengan hormat, berdasarkan informasi lowongan pekerjaan yang saya peroleh dari Jobstreet, saya ingin mengajukan diri untuk posisi Digital Marketing Specialist di [Nama Perusahaan]. Sebagai seorang profesional digital marketing dengan pengalaman lebih dari 3 tahun dalam meningkatkan brand awareness dan conversion rate melalui strategi digital yang inovatif, saya sangat antusias dengan kesempatan untuk berkontribusi pada pertumbuhan [Nama Perusahaan].
3. Isi: Menghubungkan Keterampilan dan Pengalaman dengan Persyaratan Pekerjaan¶
Di bagian isi surat lamaran, inilah saatnya kamu “menjual diri” lebih detail. Fokuslah pada:
- Relevansi: Tunjukkan bagaimana skill, pengalaman, dan kualifikasimu relevan dengan persyaratan pekerjaan yang tercantum dalam deskripsi lowongan. Jangan hanya mengulang isi CV. Justru, elaborasi poin-poin penting dalam CV dan berikan contoh konkret.
- Pencapaian: Sebutkan pencapaian-pencapaianmu yang relevan dengan posisi yang dilamar. Gunakan angka dan data jika memungkinkan untuk mengukur dampak positif yang telah kamu berikan di pekerjaan sebelumnya.
- Kesesuaian dengan Budaya Perusahaan: Jika kamu mengetahui budaya perusahaan, tunjukkan bahwa kamu memahami dan cocok dengan nilai-nilai perusahaan tersebut. Ini bisa kamu ketahui dari website perusahaan, media sosial, atau berita tentang perusahaan.
- Motivasi Mendalam: Jelaskan lebih lanjut mengapa kamu tertarik dengan posisi ini dan perusahaan. Apa yang membuatmu bersemangat tentang pekerjaan ini? Apa yang kamu harapkan bisa kamu kontribusikan?
Contoh Paragraf Isi:
Selama tiga tahun terakhir, saya telah bekerja sebagai Digital Marketing Specialist di [Nama Perusahaan Sebelumnya] dan berhasil meningkatkan organic traffic website sebesar 40% dalam satu tahun melalui implementasi strategi SEO yang komprehensif. Selain itu, saya juga berpengalaman dalam mengelola kampanye paid advertising di berbagai platform (Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads) dengan budget bulanan lebih dari 100 juta rupiah, dan berhasil mencapai Return on Ad Spend (ROAS) rata-rata 500%. Saya sangat tertarik dengan fokus [Nama Perusahaan] pada inovasi digital dan percaya bahwa pengalaman saya dalam mengembangkan strategi digital marketing yang data-driven akan sangat relevan untuk mendukung tujuan [Nama Perusahaan] dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan brand engagement.
4. Paragraf Penutup: Panggilan untuk Bertindak dan Harapan¶
Paragraf penutup harus singkat dan sopan. Isinya:
- Panggilan untuk Bertindak (Call to Action): Nyatakan harapanmu untuk mendapatkan kesempatan interview dan diskusikan lebih lanjut mengenai kualifikasimu.
- Ucapan Terima Kasih: Sampaikan terima kasih atas waktu dan perhatian HRD.
- Informasi Kontak: Pastikan informasi kontakmu (nomor telepon dan email) tercantum dengan jelas di surat lamaran (biasanya sudah ada di header surat).
Contoh Paragraf Penutup:
Saya sangat antusias dengan kesempatan untuk bergabung dengan tim [Nama Perusahaan] dan berkontribusi pada kesuksesan perusahaan di masa depan. Saya berharap dapat diberikan kesempatan untuk interview agar dapat menjelaskan lebih detail mengenai kualifikasi dan pengalaman saya. Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.
5. Salam Penutup dan Tanda Tangan¶
Akhiri surat lamaran dengan salam penutup yang profesional dan sopan, diikuti dengan nama lengkapmu. Contoh:
- Hormat saya,
- Salam hormat,
- Dengan hormat,
Kemudian, tuliskan nama lengkapmu di bawah salam penutup. Jika kamu mengirimkan surat lamaran dalam bentuk hard copy, berikan tanda tangan di antara salam penutup dan nama lengkap. Untuk surat lamaran online, tanda tangan tidak diperlukan.
Contoh Format Surat Lamaran Kerja Jobstreet yang Bisa Kamu Ikuti¶
Berikut adalah contoh format surat lamaran kerja yang bisa kamu adaptasi untuk melamar pekerjaan di Jobstreet:
[Nama Lengkap Kamu]
[Alamat Lengkap Kamu]
[Nomor Telepon Kamu]
[Alamat Email Kamu]
[Tanggal]
Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD/Tim Rekrutmen, jika diketahui]
[Jabatan HRD/Tim Rekrutmen]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
**Perihal: Lamaran Kerja Posisi [Nama Posisi yang Dilamar]**
Dengan hormat,
Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan yang saya peroleh dari Jobstreet pada tanggal [Tanggal Melihat Lowongan], saya ingin mengajukan diri untuk posisi **[Nama Posisi yang Dilamar]** di [Nama Perusahaan]. Sebagai seorang [Sebutkan Profesi/Bidang Keahlian Kamu] dengan pengalaman [Jumlah Tahun] tahun di bidang [Bidang Industri], saya memiliki *skill* dan pengalaman yang relevan untuk berkontribusi pada [Nama Perusahaan].
Selama berkarir di [Nama Perusahaan Sebelumnya/Bidang Industri Sebelumnya], saya telah berhasil [Sebutkan 2-3 Pencapaian Terpenting yang Relevan dengan Posisi yang Dilamar]. Saya memiliki keahlian dalam [Sebutkan 3-5 *Skill* Utama yang Relevan, contoh: *digital marketing, project management, data analysis, customer service, content writing*]. Saya yakin bahwa *skill* dan pengalaman ini akan sangat bermanfaat bagi [Nama Perusahaan] dalam mencapai [Sebutkan Tujuan Perusahaan yang Kamu Ketahui, contoh: meningkatkan *market share*, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional].
Saya sangat termotivasi untuk bergabung dengan [Nama Perusahaan] karena [Sebutkan Alasan Ketertarikanmu pada Perusahaan, contoh: reputasi perusahaan yang baik, inovasi produk/layanan, budaya perusahaan yang positif, kesempatan berkembang karir]. Saya percaya bahwa nilai-nilai dan visi [Nama Perusahaan] sejalan dengan nilai-nilai pribadi dan tujuan karir saya.
Sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut, terlampir saya sertakan Curriculum Vitae (CV) yang berisi informasi lebih detail mengenai riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan *skill* yang saya miliki.
Saya sangat berharap dapat diberikan kesempatan untuk *interview* agar dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai kualifikasi dan motivasi saya. Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya,
[Nama Lengkap Kamu]
Tips: Ganti bagian yang diberi kurung siku [...] dengan informasi yang sesuai dengan data dirimu dan lowongan pekerjaan yang kamu lamar.
Tips Ampuh Membuat Surat Lamaran Kerja di Jobstreet Agar Dilirik HRD¶
Membuat surat lamaran kerja yang efektif membutuhkan strategi dan perhatian khusus. Berikut tips yang bisa kamu terapkan:
1. Riset Perusahaan dan Posisi yang Dilamar¶
Sebelum menulis surat lamaran, lakukan riset mendalam tentang perusahaan dan posisi yang kamu incar. Kunjungi website perusahaan, media sosial, berita terbaru, dan profil perusahaan di Jobstreet. Pahami:
- Visi dan Misi Perusahaan: Apa tujuan jangka panjang perusahaan? Apa nilai-nilai yang mereka junjung tinggi?
- Produk dan Layanan: Apa saja produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan? Siapa target pasar mereka?
- Budaya Perusahaan: Bagaimana suasana kerja di perusahaan tersebut? Apakah mereka mengutamakan inovasi, kolaborasi, atau hal lainnya?
- Deskripsi Pekerjaan: Pahami dengan seksama persyaratan dan tanggung jawab posisi yang dilamar. Highlight skill dan pengalaman yang paling dicari oleh perusahaan.
Manfaat Riset: Dengan riset, kamu bisa menulis surat lamaran yang lebih relevan dan personal. Kamu bisa menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dengan perusahaan dan posisi tersebut, bukan hanya sekadar melamar pekerjaan secara acak.
2. Personalisasi Surat Lamaran untuk Setiap Lamaran¶
Jangan pernah mengirimkan surat lamaran yang sama persis untuk semua lowongan. Setiap perusahaan dan posisi memiliki kebutuhan yang berbeda. Personalisasi surat lamaranmu dengan cara:
- Menyebutkan Nama Perusahaan dan Posisi Spesifik: Pastikan nama perusahaan dan posisi yang kamu lamar tertulis dengan benar di surat lamaran.
- Menyesuaikan Isi dengan Deskripsi Pekerjaan: Fokus pada skill dan pengalaman yang paling relevan dengan persyaratan pekerjaan. Gunakan keywords yang sama dengan yang digunakan dalam deskripsi pekerjaan.
- Menunjukkan Pemahaman tentang Perusahaan: Sebutkan hal-hal spesifik tentang perusahaan yang membuatmu tertarik dan relevan dengan skill dan pengalamanmu.
Contoh Personalisasi: Jika kamu melamar posisi Social Media Specialist di perusahaan fashion, sebutkan pengalamanmu dalam mengelola akun media sosial fashion sebelumnya, atau tunjukkan pemahamanmu tentang tren social media marketing di industri fashion.
3. Gunakan Bahasa yang Profesional namun Tetap Personal¶
Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, formal, namun tetap terdengar personal dan antusias. Hindari:
- Bahasa yang Terlalu Kaku dan Formal: Surat lamaran bukan esai ilmiah. Gunakan bahasa yang natural dan mudah dipahami.
- Bahasa yang Terlalu Informal dan Slang: Hindari penggunaan bahasa gaul, singkatan yang tidak umum, atau emoji.
- Kalimat yang Terlalu Panjang dan Bertele-tele: Buat kalimat yang singkat, padat, dan langsung ke poin.
- Penggunaan Kata Ganti Orang Pertama yang Berlebihan: Fokuslah pada bagaimana kamu bisa berkontribusi pada perusahaan, bukan hanya tentang dirimu sendiri.
Tips Bahasa: Bayangkan kamu sedang berbicara langsung dengan HRD. Gunakan nada bicara yang sopan, percaya diri, dan antusias.
4. Periksa Kembali Tata Bahasa dan Ejaan (Proofread)¶
Kesalahan tata bahasa dan ejaan dalam surat lamaran adalah “red flag” bagi HRD. Ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail dan profesionalisme. Wajib hukumnya untuk melakukan proofread sebelum mengirimkan surat lamaran.
- Baca Ulang dengan Teliti: Baca surat lamaranmu minimal dua kali. Baca perlahan dan fokus pada setiap kata dan kalimat.
- Minta Orang Lain untuk Membaca: Mintalah teman, keluarga, atau mentor untuk membaca surat lamaranmu dan memberikan feedback. Terkadang, kita sulit melihat kesalahan sendiri.
- Gunakan Spell Checker dan Grammar Checker: Manfaatkan fitur spell checker dan grammar checker yang tersedia di aplikasi pengolah kata. Namun, jangan hanya mengandalkan tools ini. Tetap lakukan proofread manual.
5. Format yang Rapi dan Mudah Dibaca¶
Format surat lamaran yang rapi dan profesional akan memberikan kesan positif kepada HRD. Perhatikan:
- Font: Gunakan font standar yang mudah dibaca seperti Arial, Times New Roman, atau Calibri. Ukuran font 11 atau 12.
- Spasi: Gunakan spasi tunggal atau 1.5 spasi. Berikan spasi antar paragraf.
- Margin: Gunakan margin standar (misalnya, 1 inci di semua sisi).
- Penataan Paragraf: Susun paragraf secara logis dan terstruktur. Gunakan bullet points atau numbering jika diperlukan untuk memecah informasi yang panjang.
- Simpan dalam Format PDF: Simpan surat lamaran dalam format PDF sebelum diunggah ke Jobstreet atau dikirim melalui email. Format PDF menjaga format surat lamaran tetap sama di berbagai perangkat dan sistem operasi.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari dalam Surat Lamaran Kerja Jobstreet¶
Selain tips di atas, penting juga untuk mengetahui kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan pelamar dalam surat lamaran kerja. Hindari kesalahan berikut:
1. Surat Lamaran yang Terlalu Umum (Generic)¶
Seperti yang sudah dibahas, surat lamaran generic yang dikirim ke banyak perusahaan adalah kesalahan fatal. HRD bisa langsung mengetahui bahwa kamu tidak serius dan hanya mengirimkan lamaran “asal-asalan”.
Solusi: Personalisasi surat lamaran untuk setiap lowongan. Tunjukkan bahwa kamu telah melakukan riset dan benar-benar tertarik dengan perusahaan dan posisi tersebut.
2. Fokus pada Diri Sendiri Terlalu Banyak¶
Surat lamaran seharusnya fokus pada bagaimana kamu bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan, bukan hanya tentang apa yang perusahaan bisa berikan untukmu. Hindari kalimat-kalimat seperti:
- “Saya mencari pekerjaan yang memberikan tantangan dan kesempatan berkembang.” (Terlalu fokus pada kebutuhan pribadi)
- “Saya ingin bekerja di perusahaan yang memberikan gaji besar dan fasilitas yang lengkap.” (Terlalu materialistis)
Solusi: Fokuslah pada bagaimana skill dan pengalamanmu bisa membantu perusahaan mencapai tujuannya. Tunjukkan antusiasmemu untuk berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.
3. Kesalahan Tata Bahasa dan Ejaan yang Tidak Diperhatikan¶
Kesalahan tata bahasa dan ejaan adalah kesalahan yang paling sering terjadi dan paling mudah dihindari. Jangan sampai surat lamaranmu ditolak hanya karena kesalahan sepele ini.
Solusi: Lakukan proofread dengan teliti. Minta bantuan orang lain jika perlu. Manfaatkan tools spell checker dan grammar checker.
4. Informasi Kontak yang Tidak Jelas atau Salah¶
Pastikan informasi kontakmu (nomor telepon dan email) tercantum dengan jelas dan benar di surat lamaran. Jika HRD tertarik untuk menghubungimu, mereka harus bisa melakukannya dengan mudah.
Solusi: Periksa kembali informasi kontakmu sebelum mengirimkan surat lamaran. Gunakan alamat email yang profesional (hindari email dengan nama alay atau tidak pantas).
Manfaat Menggunakan Fitur “Easy Apply” Jobstreet dan Cara Melengkapinya dengan Surat Lamaran¶
Fitur “Easy Apply” di Jobstreet memang sangat praktis dan cepat. Kamu bisa melamar pekerjaan hanya dengan beberapa klik, tanpa perlu repot mengisi formulir panjang atau mengunggah dokumen satu per satu. Namun, apakah “Easy Apply” sudah cukup?
Image just for illustration
Manfaat “Easy Apply”:
- Cepat dan Mudah: Proses lamaran menjadi lebih efisien, terutama jika kamu melamar banyak pekerjaan sekaligus.
- Meningkatkan Peluang: Dengan kemudahan Easy Apply, kamu bisa melamar lebih banyak lowongan, sehingga peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan juga meningkat.
- Cocok untuk Lamaran Awal: Easy Apply bisa menjadi langkah awal untuk menunjukkan minatmu pada suatu posisi.
Keterbatasan “Easy Apply”:
- Kurang Personalisasi: Biasanya, Easy Apply hanya memungkinkanmu mengirimkan CV tanpa surat lamaran. Ini bisa mengurangi kesempatanmu untuk mempersonalisasi lamaran dan menonjolkan diri.
- Persaingan Lebih Ketat: Karena kemudahannya, Easy Apply cenderung menarik lebih banyak pelamar, sehingga persaingan menjadi lebih ketat.
Cara Melengkapi “Easy Apply” dengan Surat Lamaran:
Meskipun fitur “Easy Apply” mungkin tidak secara langsung menyediakan kolom untuk surat lamaran, ada beberapa cara untuk tetap menyertakan surat lamaran:
- Gabungkan Surat Lamaran dengan CV dalam Satu File PDF: Cara paling umum adalah menggabungkan surat lamaran dan CV menjadi satu file PDF. Letakkan surat lamaran di halaman pertama, diikuti dengan CV di halaman berikutnya. Unggah file PDF ini saat menggunakan “Easy Apply”.
- Gunakan Kolom “Pesan” atau “Catatan Tambahan” (Jika Ada): Beberapa lowongan “Easy Apply” mungkin menyediakan kolom “Pesan” atau “Catatan Tambahan”. Kamu bisa memanfaatkan kolom ini untuk menuliskan ringkasan singkat surat lamaranmu (paragraf pembuka dan penutup). Meskipun tidak selengkap surat lamaran penuh, ini tetap bisa memberikan sentuhan personalisasi.
- Kirim Email Terpisah (Jika Informasi Kontak HRD Tersedia): Jika kamu menemukan informasi kontak HRD (misalnya, email HRD) di deskripsi lowongan, kamu bisa mengirimkan email terpisah yang berisi surat lamaran dan CV lengkap. Sebutkan bahwa kamu juga sudah melamar melalui “Easy Apply” di Jobstreet.
Kesimpulan: “Easy Apply” adalah fitur yang berguna untuk mempercepat proses lamaran kerja. Namun, untuk memaksimalkan peluangmu, tetap usahakan untuk menyertakan surat lamaran yang dipersonalisasi, meskipun menggunakan fitur “Easy Apply”.
Pertanyaan Umum Seputar Surat Lamaran Kerja Jobstreet (FAQ)¶
1. Apakah surat lamaran harus selalu ditulis dalam bahasa Inggris?
Tidak selalu. Gunakan bahasa Indonesia jika lowongan pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ditulis dalam bahasa Indonesia. Gunakan bahasa Inggris jika lowongan pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ditulis dalam bahasa Inggris, atau jika perusahaan adalah perusahaan multinasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi utama. Perhatikan bahasa yang digunakan dalam iklan lowongan kerja sebagai panduan.
2. Berapa panjang ideal surat lamaran kerja?
Idealnya, surat lamaran kerja cukup satu halaman saja. HRD biasanya tidak punya banyak waktu untuk membaca surat lamaran yang panjang bertele-tele. Fokuslah pada poin-poin penting dan tulis secara ringkas, padat, dan jelas.
3. Apa yang harus dilakukan jika tidak mengetahui nama HRD atau tim rekrutmen?
Gunakan salam pembuka umum seperti “Yth. Bapak/Ibu Personalia [Nama Perusahaan]” atau “Yth. Tim Rekrutmen [Nama Perusahaan]”. Jangan biarkan kolom nama HRD kosong.
4. Apakah boleh menggunakan template surat lamaran kerja yang banyak tersedia di internet?
Boleh, sebagai referensi atau panduan. Namun, jangan gunakan template surat lamaran secara mentah-mentah. Personalisasi template tersebut sesuai dengan data dirimu dan lowongan pekerjaan yang kamu lamar. Modifikasi isi, bahasa, dan format agar surat lamaranmu unik dan relevan.
5. Kapan waktu terbaik untuk mengirimkan lamaran kerja di Jobstreet?
Sebaiknya kirimkan lamaran kerja segera setelah kamu menemukan lowongan yang sesuai dan memenuhi persyaratan. Jangan menunda-nunda, karena lowongan pekerjaan yang bagus biasanya cepat ditutup. Perhatikan juga tanggal penutupan lowongan (jika ada).
6. Bagaimana jika sudah lama melamar di Jobstreet tapi belum ada panggilan interview?
Jangan berkecil hati. Evaluasi kembali surat lamaran dan CV-mu. Apakah sudah cukup menarik dan relevan? Apakah ada kesalahan yang perlu diperbaiki? Teruslah melamar pekerjaan lain yang sesuai dengan kualifikasimu. Jangan menyerah dan teruslah berusaha!
Semoga artikel ini bermanfaat dan membantumu membuat surat lamaran kerja yang efektif di Jobstreet. Selamat mencoba dan semoga sukses mendapatkan pekerjaan impianmu!
Bagaimana pendapatmu tentang artikel ini? Apakah ada tips lain yang ingin kamu tambahkan? Yuk, berbagi di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar